Sebelum Menikah, Ada 5 Proses Taaruf yang Harus Dilalui

Deskripsi: ada 5 proses taaruf yang harus Anda lalui hingga ke jenjang pernikahan seperti tahapan berikut ini

==================================================

Taaruf menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan jodoh. Dari taaruf, Anda bisa mengenal calon pasangan Anda sebelum ke jenjang pernikahan. Jika dibandingkan dengan pacaran, proses taaruf berlangsung dengan waktu yang lebih singkat.

Proses tersebut tidak hanya sebatas mengirimkan CV atau data diri namun juga harus mempersiapkan diri sebelum memulai taaruf. Untuk tahu jelasnya, berikut ini merupakan proses dalam ta’aruf yang harus dipersiapkan dan dilalui.

Tahap Persiapan

Tahapan ini merupakan proses persiapan ta’aruf sebelum Anda menyerahkan proposal. Setidaknya terdapat 2 persiapan yang dilakukan yaitu:

  1. Persiapan diri bukan hanya dari niat, namun juga kesiapan finansial, mental, ilmu, psikologi dan yang lainnya. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti kajian atau seminar pranikah.
  2. Pengkondisian orang tua untuk memudahkan proses ikhtiar dan membuat proses pelaksanaan ta’aruf menjadi lebih lancar. Jadi, ketika kedua belah pihak setuju, tidak ada lagi drama orang tua yang tidak merestui anaknya untuk menikah.

Tahapan dalam Taaruf

Jika tahap persiapan sudah tidak ada masalah, Anda bisa melanjutkan ke tahapan taaruf. Ada 5 tahapan dalam taaruf yang harus Anda tahu dan akan Anda lalui hingga ke tahapan pernikahan seperti berikut.

  1. Buat Proposal

Tahapan yang pertama dalam taaruf adalah membuat proposal atau CV. Isinya adalah mengenai data diri Anda. Mulai dari profil, visi misi pernikahan, aktifitas, karakter ataupun informasi lain yang perlu untuk dituliskan agar calon pasangan mengenal Anda.

CV tersebut akan diserahkan ke mediator. Dari mediator tersebut, Anda juga akan mendapatkan CV dari calon pasangan. Jadi, dari CV tersebut Anda bisa menentukan apakah taaruf akan berlanjut atau tidak.

  1. Pilih Mediator

Tidak hanya CV yang berperan dalam proses taaruf, namun juga mediator. Mediator ini bisa dari kyai, ustad, sahabat ataupun pihak yang dinilai adil, terpercaya dan objektif memberikan penilaian. Tujuannya, agar masing-masing pihak tetap merasa adil.

Peran dari mediator adalah sebagai penghubung. Tidak hanya dalam memberikan CV namun juga untuk jembatan berkomunikasi sehingga tidak terjadi komunikasi intense sebelum pernikahan

  1. Penjajakan

Calon pasangan diperbolehkan untuk saling mengumpulkan informasi. Misalnya bagaimana agamanya, aktivitas, hobi dan hal lainnya yang perlu diketahui. Namun, dalam proses penjajakan ini, masing-masing pihak belum boleh bertatap muka.

Informasi yang diperoleh tersebut berasal dari mediator. Karena hal tersebut, mediator haruslah orang yang objektif, adil dan terpercaya. Dari informasi tersebut, Anda bisa memiliki gambaran mengenai calon pasangan Anda.

Dalam proses penjajakan taaruf, sebaiknya Anda shalat istikharah untuk meminta petunjuk. Apakah calon tersebut merupakan orang yang tepat atau tidak. Jika berlanjut, Anda bisa melakukan nadhor.

  1. Nadhor

Di tahapan ini, Anda diperbolehkan melihat calon pasangan Anda. Namun, nadhor dilakukan ketika sudah ada izin dan restu pihak calon pengantin wanita untuk melaksanakan pernikahan. Jika belum ada , maka Anda belum bisa melakukan nadhor.

Saat nadhor, mediator dan orang tua dari calon mempelai wanita tetap akan mendampingi.

  1. Kitbah

Proses ini dikenal dengan lamaran. Jadi, Anda akan membicarakan tentang pernikahan misalnya waktu penyelenggaraannya.

  1. Akad Nikah

Setelah waktu disepakati, maka akan dilangsungkan akad nikah. Setelah proses ini, masing-masing calon sudah resmi menjadi suami istri.

Itulah tahapan dalam taaruf. Jangan lupa tetap pertimbangkan mediator seperti taaruf.com yang akan menjembatani Anda untuk bertemu dengan calon pasangan Anda.

Di taaruf.com, Anda bisa mencari calon pasangan berdasarkan pada wilayah. Jika cocok, Anda pun Anda melihat CV dari calon pasangan. Namun, agar tetap aman dan nyaman saat taaruf, taaruf.com menyediakan fitur wali untuk mahram Anda  agar bisa mengawasi proses dari taaruf.

Jadi, Anda bisa melaksanakan proses taaruf dengan nyam, aman, efektif dan efisien. Semoga informasi ini menambah informasi untuk Anda!

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *